Ajoe's Blog

Sketch of a simple twenty-something woman-wannabe.

Friday, September 15, 2006

Coretan ringan

Tanpa bermaksud men-generalisir...

Sebenarnya kegiatan, tugas, atau masalah apapun bisa saja selesai asalkan kita tidak lantas menyerah ketika 'stuck' di satu titik. Kadang memang perlu memaksakan diri untuk memulai. Walaupun yang paling berat adalah justru ketika kita memulai... atau tepatnya, ketika kita mulai berpikir untuk memulai. Saat itulah muncul perkiraan2 yang kadang tidak masuk akal. Merasa diri tidak sanggup, tugasnya mustahil, terlalu berat.... Padahal, ketika kita sudah 'mendobrak' dinding yang memisahkan "pikiran sebelum memulai" dengan "kenyataan setelah memulai", sebenarnya muncul satu titik terang, dimana kita jadi bisa melihat kembali dinding pemisah itu, dan berpikir, "Kalau saja saya tidak pernah berani melangkahi dinding pemisah itu, saya tidak akan pernah berada disini".

But that's not the end of it!

Setelah kita masuk pada "kenyataan setelah memulai", akan selalu ada lagi titik2 yang membuat kita stuck, dan seterusnya sampai batas waktu yang tak tentu. Jadi, kalau sudah menemukan satu "titik stuck" dan kita berhenti, sayang sekali... karena kita jadi tidak bisa 'menikmati' "titik-titik stuck" yang berikutnya.

Bingung? Ya udah jangan terlalu dipikirin. Cuma coret2an ringan aja kok :)

Thursday, November 24, 2005

Irony...

thank you so much dear,
you just open my eyes
that i don't deserve you
and that you aren't good enough for me

there's always something better out there
that i can look forward to
without having to sacrifice my heart
no, i am too valuable for that

i never regret all the time and energy
i used to admire and hoping for you
all the tears and heartaches
behind my smiles and laughters

i never mind that you ever stop by in my heart
it was part of my past
and i am happy to know you then
as i am happy to know you now

thank you so much dear,
i wish you luck with your future
and i hope both of us can lead our own ways
in whatever way pleases us

Friday, November 18, 2005

Guardian angel...

Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Ia bertanya kepada Tuhan, "Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?"
Tuhanpun menjawab, "Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawat dan mengasihimu."
Si kecil bertanya lagi, "Tapi disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia."
Tuhanpun menjawab, "Tak apa, malaikatmu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia."
Namun si kecil bertanya lagi, "Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?"
Tuhan menjawab, "Malaikatmu itu akan membisikkan kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu bicara dengan bahasa manusia."
Si kecil bertanya lagi, "Lalu bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?"
Tuhan kembali menjawab, "Malaikatmu itu akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa."
Lagi-lagi si kecil menyelidik, "Tapi aku dengar, disana ada banyak sekali orang jahat. Siapa nanti yang akan melindungiku?"
Tuhanpun menjawab, "Tenanglah, malaikatmu akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu."
Namun si kecil kini malah sedih, "Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi."
Tuhan menjawab lagi, "Malaikatmu, akan selalu mengajarkanmu keagungan-Ku. Dan dia akan mendidikmu agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu."
Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. "Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang.... Tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku..."
Tuhan menjawab, "Nama malaikatmu tak begitu penting, tapi kamu akan memanggilnya dengan sebutan 'Ibu'..."
*I love you mom*

Tuesday, October 11, 2005

Kasmaran :)

"I caught myself smiling alone
just thinking of your voice..."

Remembering the thoughts we unveiled
and those vibrant moments that liven up the nights...
So dreadful to know that it's only a dream to have you.

Thursday, October 06, 2005

A little something from the mission

Should I run as fast as you run?
But you're running so fast I couldn't reach you
Or have I been running too slow or just walking in the spot?

I admire you for your courage and strengths
Being a powerful feminine in a masculine world
Your words are command and your actions are regarded

But would I run as fast as you run?
I would try but couldn't promise to catch up
As I am standing on my own feet and run them on my own will

CT, 6 Oct 05, noon.

Friday, September 30, 2005

Andai Dia Tahu

Andai Dia Tahu - Kahitna

Bilakah dia tahu, apa yang tlah terjadi
Semenjak hari itu, hati ini miliknya

Mungkinkah dia jatuh hati, seperti apa yang kurasa
Mungkinkah dia jatuh cinta, seperti apa yang kudamba

Bilakah dia mengerti, apa yang tlah terjadi
Hasratku tak tertahan, tuk dapatkan dirinya

Mungkinkah dia jatuh hati, seperti apa yang kurasa
Mungkinkah dia jatuh cinta, seperti apa yang kudamba

Tuhan yakinkan dia, tuk jatuh cinta hanya untukku
Andai dia tahu......

Gue dan kebiasaan menunda

"Makasih mas Tri... Besok jam 7 kurang 15 yaa..."
"Ok, sampai besok ya.."

Esoknya di coffee shop, kedua anak manusia ini masih dengan enaknya menikmati sarapan...
"Eh, udah jam 7 kurang 5 nih, kok mas Tri belum miscall ya?"
"Iya yah, kita ke lobby aja yuk. Paling bentar lagi dia dateng..."

Di lobby...
"Lho itu mas Tri bukan, udah nungguin di mobil..."
"Wah iya bener... koq dia ga miscall ya?"

"Halo mas Tri... udah lama? Koq ga ada miscall sih?"
"Ya habis kan kemarin udah janji jam 7 kurang 15. Tadi sih aku sampe sini jam 7 kurang 10. Karena kemarin udah bilang jam 7 kurang 15, jadi aku ga miscall lagi, langsung aja tunggu disini."

Duuuhh... malu ga sih? Yang bikin janji siapa, yang ga nepatin janji siapa... Pake ngarepin miscall lagi, padahal yang netapin waktu juga diri sendiri. Emang sih cuman hal kecil, tapi bukannya hal besar juga berawal dari yang kecil? Orang besar juga mulai jadi orang kecil dulu.

Sering banget deh kita (gw kali... :p) menganggap remeh hal2 kecil. Ah, telat 15 menit mah biasa. Lalu telat 30 menit jadi dianggap lazim. Trus telat 1 jam masih bisa ditolerir.

Malu ga sih? Kalo dipikir2, udah ga keitung gini gw ingkar janji (maaf yah temen2 yang seringkali harus menunggu gw sampe berjam2... *blushed*... padahal gw juga bukan artis atau pejabat penting negara.... yang semestinya ga ada bedanya juga sih*dasardodol*). Mungkin kalo penyebabnya karena hal2 diluar dugaan yang emang ga bisa dihindari, masih make sense yah. Tapi sayangnya, seringkali gw telat gara2 emang gw-nya aja yang kelewat nyantai, leyeh2 dulu, males2an dulu... kebiasaan menunda2 pekerjaan yang dari dulu belum ilang2 juga. Padahal udah berjuta2 kali nyokap gw nasehatin, "jangan suka nunda2 kerjaan.. kalo ada yang perlu dikerjain, langsung dikerjain, ga usah males2an dulu....". Tapi emang dasar gw aja, yang belum bisa ngelawan "setan" dalam diri gw sendiri.

Ternyata emang yang paling susah itu ngelawan nafsu diri sendiri yah. Kalo soal ngingetin orang lain aja, paling bisa deh... Tapi giliran mesti ngingetin diri sendiri, susahnyaaa minta ampun.
"Ntar dulu ah, tanggung", "Bentar deh, 5 menit lagi...", "Dikiiitt lagi..."
Ntar... ntar... nembak mulu, kata kakak gw. Kalo ada pelurunya, udah abis kali manusia kena tembak semua sama gw... hehehe...

Wednesday, September 28, 2005

Sinetron hari gini

Bingung deh sama sinetron2 jaman sekarang. Kaya'nya peran jahat sama peran baik sama aja: sama-sama ga ada yang bener.

Peran jahat digambarkan super jahat, egois, rela melakukan apa aja supaya maksud & tujuannya tercapai, ga mikirin akibatnya. Ga bisa ngeliat orang lain sukses, maunya dia sendiri aja yang dapet segala sesuatu. Yang kuat dijadikan "tuhan", sambil nyusun rencana buat gantiin posisinya sbg "tuhan". Yang lemah dijadikan keset, ga ada nilainya.

Peran baik digambarkan sebagai sosok yang lemah, pasrah, makhluk tertindas yang ga bisa berbuat apa2 bahkan buat membela diri sendiri.

Herannya lagi, kenapa masih banyak aja orang yang demen nonton sinetron model gituan? Trus yang buat juga kok bisa hebat bgt dapet idenya? Mungkin aja sih emang ada kenyataan yang kaya' gitu, tapi gw rasa masih banyak sisi lain yang bisa diexplorasi, yang lebih menggambarkan kenyataan di masyarakat. Kalo setiap hari kita disuguhi tontonan yang ga mendidik gitu, wah jangan2 ntar kita makin bego lagi. hehehe.... Mudah2an jangan yah.... :)

Belum lagi acara2 kriminal yang isinya makin serem aja. Iihh... gak tega deh gw juga mo nulis disini. Kaya'nya udah pada hilang "rasa" semua aja gitu, seakan2 manusia itu ga ada nilainya lagi. Apalagi kebanyakan penyebabnya cuma hal sepele yang sebenernya bisa aja diselesaikan dgn komunikasi yang baik. Apa yah yang salah? Siapa yang salah?

Eh! Kok serius banget siiiiiihhhh...!! :p
Mo makan gado-gado dulu ahhh...... jarang2 nih makan masakan jawa disini..... hehe...
Bon apetite.