Ajoe's Blog

Sketch of a simple twenty-something woman-wannabe.

Friday, September 30, 2005

Andai Dia Tahu

Andai Dia Tahu - Kahitna

Bilakah dia tahu, apa yang tlah terjadi
Semenjak hari itu, hati ini miliknya

Mungkinkah dia jatuh hati, seperti apa yang kurasa
Mungkinkah dia jatuh cinta, seperti apa yang kudamba

Bilakah dia mengerti, apa yang tlah terjadi
Hasratku tak tertahan, tuk dapatkan dirinya

Mungkinkah dia jatuh hati, seperti apa yang kurasa
Mungkinkah dia jatuh cinta, seperti apa yang kudamba

Tuhan yakinkan dia, tuk jatuh cinta hanya untukku
Andai dia tahu......

Gue dan kebiasaan menunda

"Makasih mas Tri... Besok jam 7 kurang 15 yaa..."
"Ok, sampai besok ya.."

Esoknya di coffee shop, kedua anak manusia ini masih dengan enaknya menikmati sarapan...
"Eh, udah jam 7 kurang 5 nih, kok mas Tri belum miscall ya?"
"Iya yah, kita ke lobby aja yuk. Paling bentar lagi dia dateng..."

Di lobby...
"Lho itu mas Tri bukan, udah nungguin di mobil..."
"Wah iya bener... koq dia ga miscall ya?"

"Halo mas Tri... udah lama? Koq ga ada miscall sih?"
"Ya habis kan kemarin udah janji jam 7 kurang 15. Tadi sih aku sampe sini jam 7 kurang 10. Karena kemarin udah bilang jam 7 kurang 15, jadi aku ga miscall lagi, langsung aja tunggu disini."

Duuuhh... malu ga sih? Yang bikin janji siapa, yang ga nepatin janji siapa... Pake ngarepin miscall lagi, padahal yang netapin waktu juga diri sendiri. Emang sih cuman hal kecil, tapi bukannya hal besar juga berawal dari yang kecil? Orang besar juga mulai jadi orang kecil dulu.

Sering banget deh kita (gw kali... :p) menganggap remeh hal2 kecil. Ah, telat 15 menit mah biasa. Lalu telat 30 menit jadi dianggap lazim. Trus telat 1 jam masih bisa ditolerir.

Malu ga sih? Kalo dipikir2, udah ga keitung gini gw ingkar janji (maaf yah temen2 yang seringkali harus menunggu gw sampe berjam2... *blushed*... padahal gw juga bukan artis atau pejabat penting negara.... yang semestinya ga ada bedanya juga sih*dasardodol*). Mungkin kalo penyebabnya karena hal2 diluar dugaan yang emang ga bisa dihindari, masih make sense yah. Tapi sayangnya, seringkali gw telat gara2 emang gw-nya aja yang kelewat nyantai, leyeh2 dulu, males2an dulu... kebiasaan menunda2 pekerjaan yang dari dulu belum ilang2 juga. Padahal udah berjuta2 kali nyokap gw nasehatin, "jangan suka nunda2 kerjaan.. kalo ada yang perlu dikerjain, langsung dikerjain, ga usah males2an dulu....". Tapi emang dasar gw aja, yang belum bisa ngelawan "setan" dalam diri gw sendiri.

Ternyata emang yang paling susah itu ngelawan nafsu diri sendiri yah. Kalo soal ngingetin orang lain aja, paling bisa deh... Tapi giliran mesti ngingetin diri sendiri, susahnyaaa minta ampun.
"Ntar dulu ah, tanggung", "Bentar deh, 5 menit lagi...", "Dikiiitt lagi..."
Ntar... ntar... nembak mulu, kata kakak gw. Kalo ada pelurunya, udah abis kali manusia kena tembak semua sama gw... hehehe...

Wednesday, September 28, 2005

Sinetron hari gini

Bingung deh sama sinetron2 jaman sekarang. Kaya'nya peran jahat sama peran baik sama aja: sama-sama ga ada yang bener.

Peran jahat digambarkan super jahat, egois, rela melakukan apa aja supaya maksud & tujuannya tercapai, ga mikirin akibatnya. Ga bisa ngeliat orang lain sukses, maunya dia sendiri aja yang dapet segala sesuatu. Yang kuat dijadikan "tuhan", sambil nyusun rencana buat gantiin posisinya sbg "tuhan". Yang lemah dijadikan keset, ga ada nilainya.

Peran baik digambarkan sebagai sosok yang lemah, pasrah, makhluk tertindas yang ga bisa berbuat apa2 bahkan buat membela diri sendiri.

Herannya lagi, kenapa masih banyak aja orang yang demen nonton sinetron model gituan? Trus yang buat juga kok bisa hebat bgt dapet idenya? Mungkin aja sih emang ada kenyataan yang kaya' gitu, tapi gw rasa masih banyak sisi lain yang bisa diexplorasi, yang lebih menggambarkan kenyataan di masyarakat. Kalo setiap hari kita disuguhi tontonan yang ga mendidik gitu, wah jangan2 ntar kita makin bego lagi. hehehe.... Mudah2an jangan yah.... :)

Belum lagi acara2 kriminal yang isinya makin serem aja. Iihh... gak tega deh gw juga mo nulis disini. Kaya'nya udah pada hilang "rasa" semua aja gitu, seakan2 manusia itu ga ada nilainya lagi. Apalagi kebanyakan penyebabnya cuma hal sepele yang sebenernya bisa aja diselesaikan dgn komunikasi yang baik. Apa yah yang salah? Siapa yang salah?

Eh! Kok serius banget siiiiiihhhh...!! :p
Mo makan gado-gado dulu ahhh...... jarang2 nih makan masakan jawa disini..... hehe...
Bon apetite.

Sunday, September 25, 2005

Foster's flare

David Foster is surely know great talents. Recently he produced a bright 15 year-old star with amazing voice, Renee Olstead. I went straight to buy her album after seeing her performance in Oprah :D. There's a kind of character in her voice as some other stars also produced by David, such as Michael Buble and Josh Groban. Way to go, go jazzy :p

Renee Olstead Michael Buble Josh Groban

Saturday, September 24, 2005

'Ngamal' yuk...

Lagi-lagi gw harus buka Enda Nasution's Weblog, berhubung banyak banget blog-related stuffs yang gw belum bisa, dan ni website emang top abish. Gila ni orang, hebat bgt sih. Gitu deh kalo punya ilmu dibagi-bagi, jadinya makin nambah aja ilmunya. Dan katanya sih, itu ga cuma berlaku buat ilmu aja, tapi hal lain juga. Misalnya: harta. Makanya kalo udah punya penghasilan sendiri, jangan ragu2 buat bagi2, terutama ke gw... huehehe.... apaan sih? hehe.. maksudnya, ke orang2 yang membutuhkan gitu... Soalnya, katanya lagi, sebagian dari harta kita itu emang udah ada bagiannya buat kaum dhuafa yang membutuhkan... Speaking of which, bentar lagi puasa nihh.... kesempatan kali ya buat banyak2in amal. Ayo ayo, kita berlumba-lumba (bukan ikan) dalam kebaikan.... hehehe...

Another post after moving out

It's been a long time since my last blog post. I've been having many things since then. Some other work assignments out of town, having some irritating arguments with a friend, being introduced to someone (again) but still result in nothing. And the last big thing is being transferred to Pekanbaru. I finally decided to take the offer since I'm thinking of this as an opportunity to learn to live on my own. And how does it finally turn out? Well, not easy for sure. But the effort is still there. At least I can get to know more people and being an independent part of the community. It's not that easy, but not bad as well. Eventhough I'm still living this life alone, I wouldn't want to consider my move here as an escape from my previous life (as one of my friend once suggested). Anyway, I have a cute neighbour living next to my room. He's a nice person to talk to, eventhough the plan had been set up for him to move back to Jakarta (and living me here all alone again *hiks*). But the fact that he's already married is a little bit comforting me since I don't have to bother fighting for him :p
At the airport (1)

At the airport (2)